|
Tahun
1999 telah kita lalui dengan berbagai peristiwa penting yang membawa
perubahan terutama penggantian pucuk pimpinan negara sebagai hasil
dari pemilu yang berlangsung aman dan cukup demokratik.
Namun
momentum politik tahun 1998 yang berlanjut di tahun 1999 telah merangsang
munculnya dorongan perubahan yang mengarah pada ketidakpastian. Akibatnya
pasar terus mengalami tekanan dalam bentuk resiko ketidakpastian bagi
langkah penetrasi dan ekspansi.
Dalam
situasi demikian perusahaan menetapkan kebijakan strategi yaitu tumbuh
ke arah visa profesionalitas, reputabilitas dengan mengemukakan citra
kepercayaan dan perlindungan prima kepada nasabah.
Imlementasi
kebijakan tersebut tercermin pada kinerja perusahaan yang diukur dalam
indikator berikut :
 |
Penerimaan
Premi Bruto pada tahun 1999 yang mencapai Rp. 234,7 milyar bila
dibanding pencapaian tahun 1998 hanya tumbuh 11,3 % ini menggambarkan
langkah penetrasi dan ekspansi pasar yang hati-hati. |
 |
Hasil
underwriting yang diraih dari produksi premi adalah Rp. 58,7 milyar,
terjadi peningkatan sebesar 97,9% dibanding tahun sebelumnya.
Hasil ini sangat berarti dalam menahan laju penurunan profitabilitas
karena berkurangnya kontribusi hasil investasi. |
 |
Posisi
investasi per 31 Desember 1999 mencapai Rp. 111,35 milyar, meningkat
sebesar 25,6% dibandingkan dari tahun 1998. Tetapi akibat turunnya
suku bunga sebagai bagian langkah pemulihan ekonomi maka hasil
investasi pu turun secara tajam. |
 |
Secara
keseluruhan hasil yang dicapai perusahaan adalah meraih laba bersih
setelah pajak sebessar Rp. 25,17 milyar, turun sebesar 12,4% dari
pencapaian tahun sebelumnya, penurunan ini terutama disebabkan
hasil investasi yang turun secara tajam pada portfolio investasi
yang paling dominan deposito berjangka. |
Manajemen
yakin bahwa hasil yang telah dicapai merupakan sinergi dari komitmen
dan kepercayaan para pemegang saham, nasabah, reasuradur, serta kerja
sama tim seluruh karyawan. Untuk itu manajemen Wahana Tata menyampaikan
penghargaan mendalam kepada semua pihak. Perusahaan akan tetap mempertahankan
visinya yang sangat menekankan kepada kepentingan nasabah dengan memberikan
pelayanan yang sebaik-baiknya, maka untuk itu manajemen telah memutuskan
akan menambah dua (2) cabang operasi di tahun 2000 agar memudahkan
akses ke nasabah.
Sebagai
perusahaan yang terus tumbuh dan berkembang diperlukan modal yang
kuat dan kesehatan keuangan perusahan yang selalu terjaga maka komitmen
pemegang saham untuk meningkatkn modal disetor menjadi Rp. 75 milyar
pada periode operasi tahun 2000 menjadikan manajemen berharap dapat
memperkokoh sinerginya di masa mendatang.
|